Internet Of Things (IoT)

Internet of things (IoT) diartikan dengan sistem yang menghubungkan semua perangkat komputasi dengan internet. Semua perangkat ini memiliki sensor, alat scan, maupun software sehingga memungkinkan perangkat-perangkat ini untuk terhubung dan bisa digunakan untuk melakukan transfer informasi.

Cara sederhana untuk memahami internet of things  (IoT) ini adalah usaha untuk menghubungkan semua alat komputasi fisik ke internet. Contoh yang paling mudah dipahami adalah smart TV dimana sebuah TV sekarang sudah bisa terhubung dengan internet dan bisa menampilkan apapun yang dibutuhkan.

Tambah Informasimu Mengenai Domain Murah Tahun 2022

Menghubungkan perangkat fisik ke internet ini memiliki peran besar untuk kehidupan manusia, dimana peralatan penting seperti peralatan kesehatan, peralatan produksi bisa terkoneksi di internet sehingga bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan. Misalnya identifikasi, pertukaran data dan lain sebagainya.

Memahami IOT dari Para Ahli

 Jika kita dengan mudah memahami  IoT/ internet of things adalah adalah penyambungan internet ke alat komputasi fisik untuk pengembangan fungsi. Maka ada beberapa ahli yang akan menjelaskan apa itu IoT. Beberapa diantaranya adalah

Casagras (Koordinator dan Pendukung Kegiatan Standarisasi Global)

Salah satu ahli di bidang IoT adalah Casagras yang mendefisikan IoT adalah insfrastruktur jaringan global, dimana ada penggabungan benda (fisik dan virtual) melalui kemampuan komunikasi, rekaman dan komunikasi.

Teknisi IoTforall

IoT adalah sistem perangkat komputasi yang bekerja saling terkait baik itu dalam bentuk mesin mekanik maupun digital, objek baik itu hewan atau manusia yang dilengkapi dengan alat pengidentifikasian untuk proses transfer data melalui jaringan.

Kevin ashton (co-founder dari Auto-ID Lab MIT)

Di tahun 2009, Kevin Ashton sudah menuliskan pandangannya terhadap IoT. Dalam jurnal RFID ia mengatakan bahwa IoT adalah

jika kita memiliki komputer yang bisa mengetahui semua hal, dengan pengumpulan data yang tanpa bantuan manusia. Dengan itu kita bisa melacak, dan menghitung semua hal. Tentu saja bisa dengan mudah mengurangi pemborosan, kerugian dan juga biaya. Kita bisa mengetahui bahwa sesuatu perlu diganti, diperbaiki atau ditarik kembali. Kita memerlukan komputer yang bisa mengumpulkan informasi dengan cara mereka sendiri.”

Dimana teori yang ia tulis di tahun 2009 inilah yang menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi pengembangan IoT.

Sejarah IoT

sejarah lot

 

Figure 1 Sejarah Internet if Things (IoT)

Mengetahui definisi IoT tanpa mengetahui sejarahnya akan terlihat kurang lengkap. Ide IoT ini muncul jauh sebelum sekarang ini. Di tahun 1999 IoT sudah dicetuskan dan menjadi latar belakang untuk pengembangan IoT sekarang ini.

Internet of Things pertamakali dicetuskan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999. Kevin Ashton adalah co-founder Auto-ID Lab MIT. Istilah ini dicetuskan Ashton pada presentasi pada Proctor dan Gamble. Kemudian di tahun yang sama Ashton menemukan RFID (Radio Frequency Identification) dimana ini adalah sistem identifikasi yang menjadi satu lompatan besar untuk perkembangan IoT ini.

Di tahun 2003 RFID mulai digunakan di dunia militer Amerika Serikat. Dan di tahun yang sama RFID juga sudah banyak digunakan oleh Walmart untuk semua toko di seluruh dunia.

Pada tahun 2005, informasi tentang IOT semakin marak dan dikenal untuk umum karena media masa seperti The Guardian, Amerika Ilmiah maupun Boston Globe mengutip banyak artikel tentang IOT. Berlanjut ke tahun 2008 konsep internet of things (IOT) semakin mengalami banyak perkembangan, dengan hadirnya promosi besar-besaran dari penggunaan Internet Protocol (IP) pada jaringan smart object untuk mengaktifkan IOT. Masih di tahun 2008 ini, FCC menyetujui penggunaan white space spectrum.

Di tahun 2011 IPv6 diluncurkan dengan dukungan dari perusahaan besar seperti Ericson, Cisco, IBM  yang akhirnya memicu banyak pertumbuhan besar dari IOT untuk berbagai bidang sampai sekarang ini.

Penerapan Internet of Things (IOT)

Seperti yang kita jelaskan di atas, IOT sudah banyak mengalami perkembangan di dunia dari awal pencetusan sampai dengan sekarang. Bahkan sekarang sudah banyak penerapan IOT yang ada di sekitar kita.

Bidang Kesehatan

Pengembangan IOT membawa perubahan pada bidang kesehatan, salah satunya yang paling mudah dipahami adalah integrasi informasi, ketika kita berobat di fasilitas kesehatan misalnya rumah sakit maka hanya dengan scanning kode atau nomor saja, semua informasi kesehatan kita sudah bisa diakses oleh pihak rumah sakit. Mulai dari riwayat penyakit, usia, asuransi kesehatan dan lain sebagainya.

Dari segi alat medis juga ada pengembangan, misalnya sekarang ada alat pendeteksi gula darah, perekam jantung dan lain sebagainya.

Bidang Marketing

Selanjutnya di bidang marketing semakin mudah dengan adanya marketing digital ini, dimana sebuah tim marketing bisa mengetahui preferensi pelanggan dan mengirimkan konten yang relevan.

Baca Artikel Platform Sosial Media Marketing Terpotensial 2022

Bidang Keuangan

Bidang keuangan juga mengalami perubahan besar-besaran dengan hadirnya e-money maupun pembayaran virtual. Hanya dengan men-scan kode saja, pelanggan bisa membayar virtual tanpa harus mengeluarkan uang fisik.

Bidang Layanan

Bidang layanan juga memiliki dampak dari perkembangan IOT. Bahkan untuk pelayanan, hal ini cukup dekat dengan kehidupan kita. misalnya ketika kita mengunjungi sebuah website dan ada chatbot yang membantu Anda menyelesaikan masalah. Alat scan barcode untuk berbagai layanan dan QRIS atau pembayaran virtual sangat membantu untuk menyelesaikan proses transaksi.

Masih ada banyak bidang hasil dari IOT. Dimana ini merupakan perkembangan yang cukup bagus dan menguntungkan jika diterapkan dengan benar di kehidupan sehari-hari kita.

Unsur Internet Of Things

Internet of things berdiri dengan berbagai unsur penunjang. Beberapa unsur diantaranya adalah seperti berikut ini:

dunsur internet of things

 

Figure 2 Unsur Internet Of Things

Sensor

Sensor adalah satu perangkat yang berguna untuk mengumpulkan data atau informasi dari object yang diinginkan. Sensor memiliki berbagai bentuk, misalnya gps, kamera, scanning barcode dan lain sebagainya.

Konektivitas

Konektifitas atau sambungan atau jaringan. Dari konektifitas ini informasi atau data yang ada akan dikumpulkan ke sistem tanpa adanya konektifitas, data tidak akan sampai ke sistem dengan baik. Membicarakan konektifitas tidak hanya dari Wifi atau data selular saja melainkan dari sumber lain seperti Bluetooth, koneksi satelit, LPWAN dan lain sebagainya.

Data Processing

Data processing ini adalah menyimpan dan memproses data. Dimana prosesnya terjadi pada sistem cloud. Data bisa sampai ke sistem cloud ini berkat adanya konektifitas seperti yang dijelaskan diatas. Contoh data processing ini misalnya scan informasi barang maka akan digunakan untuk pendataan harga barang, jenis barang dan lain sebagainya di retail, atau pembayaran dengan QRIS dimana riwayatnya bisa dilihat dan dicek.  

Dashboard / User Interface

Tampilan yang membantu user menampilkan informasi yang sudah diproses. Misalnya dari perangkat smartphone, user bisa mengetahui cuaca dan kelembaban. Atau bisa mengetahui temperature AC maupun pemrosesan yang lainya.  

Kesimpulan

Internet of things membawa banyak perubahan untuk kehidupan kita, diberbagai bidang. Berkat IOT ini, efisiensi waktu, tenaga maupun cost bisa didapatkan dari kehidupan sebelumnya.

Anda bisa menerapkan IOT untuk berbagai kebutuhan Anda baik untuk bisnis, industri, bidang pendidikan maupun kesehatan dengan memiliki server sendiri yang handal. Salah satu penyedia server terbaik dan tangguh adalah Jagoweb. layanaan VPS Jagoweb memiliki server yang tangguh dan performa terbaik. Pilihan tepat digunakan untuk menerapakan IOT di bidang Anda.

VPS dengan harga mulai dari 90ribuan perbulan. Coba sekarang!